Between Threats & Opportunities – Di Antara Ancaman & Peluang

Desember 21, 2017 11:12 am
20%

Rp175,000 Rp140,000

Penulis : Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos
Penerbit : Petro Energy (Huta)
ISBN : 978-602-61801-2-4
Terbit : 2017
Ketebalan : 332 halaman
Ukuran : 16,5 x 23 cm
Sampul : Soft cover

Sinopsis:

Kini “Ibu Pertiwi” menatap dan memasuki Poros Maritim Dunia. Suatu keniscayaan yang merupakan konsekuensi logis dari nagara kepulauan yang dua pertiga wilayahnya adalah perairan. Apalagi di dalamnya terkandung nilai ekonomi yang melimpah ruah. Tak kurang US$ 1,2 triliun per tahun sektor ekonomi kelautan yang terkandung disini. Nilai sebesar itu harus di eksploitasi dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemaslahatan bangsa ini.

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang secara geografis berada di antara dua benua dan dua samudera dan dijadikan perlintasan jalur perdagangan internasional. Kondisi ini menjadikan Nusantara sebagai incaran karena kekayaan alam maupun posisi strategisnya membuat Indonesia ibarat trofi yang diperebutkan oleh berbagai pihak yang berusaha menguasai Indonesia dengan berbagai cara.

Oleh karena itu pilihan menjadi Poros Maritim Dunia adalah instrumen menuju kemakmuran bangsa ini dan menjadikannya kokoh dalam menghadapi berbagai ancaman (threats) sekaligus bisa memanfaatkan berbagai peluang (opportunities) yang ada. Dalam upaya mencapainya, ada lima pilar yang diharapkan menjadi lokomotif penggerak seluruh komponen bangsa. Pertama, budaya bahari, kedua, menjaga dan mengelola  sumber daya maritim, ketiga, konektivitas maritim, keempat, diplomasi maritim, dan kelima, pertahanan maritim.

Dalam kepentingan itu pula, TNI AL, dalam hal ini Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) menjadi garda terdepan dalam mengawal kelima pilar tersebut khususnya di wilayah perairan Indonesia Barat. Koordinasi dan sinergi yang baik dari seluruh stakeholders maritim untuk menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia menjadi kata kunci dalam rangka mengembalikan kejayaan Nusantara di masa mendatang.