Anak Juga Manusia

Juli 6, 2019 9:18 pm
20%

Rp69,000 Rp55,200

Penulis : Angga Setyawan
Penerbit : Noura Books
ISBN : 9786023859122
Terbit : 16 Juli 2019
Ketebalan : 184 halaman
Ukuran : 150 mm x 200 mm
Sampul : Soft cover

Dapatkan edisi tanda tangan selama Preorder : 28 Juni s/d 9 Juli 2019
Buku akan mulai tersedia pada 16 Juli 2019

Sinopsis

Anak bukan barang yang kita pesan dari katalog dan disertai buku panduannya. Dia adalah titipan Tuhan dan sepatutnya diperlakukan dengan baik.

Anak juga bukan robot yang tinggal plug and play. Dia punya hati dan perasaan karena anak juga manusia.

Sesungguhnya, anak tidak butuh orangtua yang sempurna, melainkan teman yang bersedia tumbuh dan belajar bersamanya. Jika orangtua bertambah ilmunya seiring mendampingi anak, akan lebih mudah baginya dalam mendidik anak.

Buku ini ditulis oleh founder @anakjugamanusia yang telah berhasil menggugah ratusan ribu orangtua untuk senantiasa menyediakan diri dan hati untuk selalu belajar menjadi yang terbaik bagi anak. Dilengkapi ilustrasi menarik, dipaparkan lebih dalam, dan diperkaya dengan kutipan renungan, buku ini adalah kado terindah bagi Anda, para orangtua, calon orangtua, dan pemerhati anak.

Resensi Buku

 

Jika kebanyakan buku parenting yang saya baca melihat dari sisi orangtua. Sedang, buku yang dicetak pertama kali tahun 2013 ini banyak melihat dari sudut pandang anak-anaknya. Kita, orangtua—pembaca—, diajak untuk berada dalam perasaan anak-anak. Ya, anak-anak yang kerap dianggap berbuat ulah, nakal, bodoh dan sebagainya.

Lewat buku ini kita diajak untuk menyadari kalau anak juga manusia, yang punya hati dan perasaan. Bisa bahagia dan terluka.

“Anak bukan barang yang dipesan dari katalog yang disertai buku panduan. Dia adalah titipan Tuhan yang sepatutnya diperlakukan dengan baik. Anak juga bukan robot yang tinggal plug and play. Dia punya hati dan perasaan karena anak juga manusia.

Sesungguhnya, anak tidak membutuhkan orangtua yang sempurna, melainkan teman yang bersedia untuk tumbuh dan belajar bersamanya. Jika orangtua bertambah ilmunya seiring mendampingi anak, akan jauh lebih mudah baginya untuk mendidik anak.”

Dua penggal paragraf yang terletak di bagian cover belakang buku memang cukup mengena dan mencakup isi keseluruhan buku. Buku ini juga menyadarkan (saya terutama) kenapa kita harus mengkritik dan memperhatikan kekurangan secara utuh. Padahal di balik kekurangan anak, ada banyak kelebihan yang patut dibanggakan. Selain itu, daripada berlelah ria dan pusing menghadapi tingkah laku anak, kenapa kita para orangtua tidak berkaca pada diri sendiri. Sudahkah kita mengerti apa yang anak mau, sudahkah kita memberikan anak kebebasan untuk bersuara dan memilih, sudahkah kita tidak memaksakan kehendak kita—dengan dalih ingin yang terbaik untuk anak—, masih banyak sudahkah lainnya. Dan ketika pertanyaan itu dijawab satu per satu, bisa dilihat kalau ternyata bukan anaklah yang bermasalah. Tapi orangtuanya lah yang ingin anaknya seperti orangtua yang sudah dewasa. Bagaimana mungkin? Kita orang dewasa sudah pernah menjadi anak kecil, sehingga kita lebih paham mana yang baik dan tidak. Sedang anak kecil belum pernah jadi dewasa. Mereka masih belajar untuk menentukan pilihan. Sebaiknya sebagai orangtua kita mendampingi. Tentu kita ingin memutuskan yang terbaik untuk anak, sehingga mereka tidak terluka dan sakit hatinya. Namun, seandainya umur kita tidak panjang dan anak tidak belajar untuk memutuskan sendiri, bagaimana nanti? Bisakah mereka mengarungi kehidupan tanpa kita?

sebagai pengingat bahwa anak-anak perlu diperlakukan dengan baik dan sebagai manusia seutuhnya. Selain itu, ia mengajak para orangtua untuk tidak menjadi hakim bagi kehidupan anak, tetapi menjadi sarana belajar yang baik bagi anak-anak.

Konsultasi dan Pelayanan,

Twitter @anakjugamanusia

Instagram @anakjugamanusia