Islamofobia: Melacak Akar Ketakutan terhadap Islam di Dunia Barat

September 14, 2018 3:07 pm
20%

Rp125,000 Rp100,000

Penulis : Karen Armstrong
Penerbit : Mizan Pustaka
ISBN : 978-602-441-055-1
Terbit : 2018
Ketebalan : 352 halaman
Ukuran : 15,5 x 23,5 cm
Sampul : Soft cover

Sinopsis :

Islam adalah agama yang sering disalahpahami tidak hanya oleh orang luar,
tetapi juga oleh penganutnya sendiri. Buku ini mengupas akar kesalahpahaman itu sekaligus menawarkan cara bagaimana menghadapinya. Buku ini penting untuk kita umat Islam, agar respons kita terhadap Islamofobia tidak reaktif dan penuh kebencian
yang malah memperkuat Islamofobia itu sendiri.

—Irfan AmaLee

Co-Founder Peace Generation Indonesia

 

Serangan-serangan terorisme mengerikan seperti yang terjadi di Paris dan San Bernardino oleh para ekstremis yang mengatasnamakan Islam telah menimbulkan gelombang rasa permusuhan, ketakutan, dan kebencian terhadap semua atau sebagian besar umat Islam. Gejala yang lazim disebut Islamofobia ini telah menjadi hal normal dalam budaya populer di Amerika dan Eropa.

Islamofobia sedang meningkat. Kaum Muslim telah disamaratakan dan disamakan dengan jenis ekstremisme militan dan terorisme yang dilakukan oleh sebagian amat kecil orang Islam, mengabaikan fakta bahwa sebagian besar korban justru adalah orang Islam sendiri. Ini menimbulkan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan Islamofobia dan kebijakan domestik yang mengancam kebebasan sipil kaum Muslim. Tetapi, apakah yang menjadi penyebabnya?

Buku ini mencoba menelusur akar kemunculan ketakutan terhadap Islam di Dunia Barat. Menampilkan analisis dan opini dari para pakar, seperti Karen Armstrong, John L. Esposito, Tariq Ramadhan, Imam Abdul Malik Mujahid, pembaca diajak untuk mendapatkan perspektif yang luas dan merenungkan tindakan yang dapat diambil untuk meredakannya.

Lebih dari itu, buku ini ingin mengajak setiap orang untuk menumbuhkan sikap positif dan penuh harapan ketika mempelajari agama lain. Harapannya adalah untuk mengembalikan sikap welas asih ke pusat moralitas dan agama, meningkatkan saling pengertian dalam hubungan antar-sesama.