Air Mata Keteladanan : Pancasila dalam Perbuatan

September 14, 2017 6:34 am Published by
20%

Rp125,000 Rp100,000

Penulis : Yudi Latif
Penerbit : Mizan
ISBN : 978-979-433-830-8
Terbit : 26 September 2017
Ketebalan : 672 halaman
Ukuran : 15 x 23 cm
Sampul : Soft cover

Sinopsis

Menawarkan keteladanan tokoh-tokoh berkarakter, terkategorisasi dalam kelima sila masing-masing. Tokoh-tokoh seperti Bung Karno, Bung Hatta, Sjafruddin Prawiranegara, merekalah sebagian contoh sumber mata air keteladanan Pancasila dalam perbuatan. Pembinaan dan pengembangan karakter tidak hanya dalam pengetahuan, tetapi dalam perbuatan. Merekalah sosok-sosok yang menghargai perbedaan, manusiawi dan santun, mencintai tanah airnya, demokratis, adil dan solider.

Endorsement:

“Buku ini kelanjutan buku Yudi Latif sebelumnya, Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila (2011). Baik dalam buku pertama tentang pendalaman aspek sejarah, rasionalitas dan aktualitas Pancasila maupun buku kedua tentang keteladanan para tokoh yang sudah almarhum maupun yang masih aktif seperti Jokowi dan Rismaharini, Yudi Latif menunjukkan kedalaman analisis, lengkapnya referensi pustaka dan keseriusan komitmennya sebagai ilmuwan sekaligus aktivis.”

-Dr. (HC) Jakob Oetama,

Perintis dan Pendiri Kompas Gramedia

“Suatu bangsa dapat bertahan di tengah tsunami peradaban adalah karena memiliki kecerdasan dan kearifan yang mengalir dari mata air keteladanan para pendahulunya. Di tengah kemarau budi pekerti dan tuna aksara moral yang melanda bangsa dewasa ini, Yudi Latif menunjukkan mata air keteladanan yang memancar dari berbagai wilayah negeri.”

-Prof. Dr. Din Syamsuddin

Tentang Penulis

Yudi Latif adalah Ketua UKP-Pancasila dan Ketua Harian Pusat Studi Pancasila, Universitas Pancasila, Jakarta. Ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya di The Australian National University (ANU), Australia. Salah satu karyanya yang monumental adalah Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila (2011). Dalam rangka memperingati 44 tahun Media Indonesia (2014), buku ini dinobatkan sebagai salah satu dari 44 buku yang membawa perubahan dan mengubah Indonesia. Pergumulannya dalam pemikiran kebangsaan dan kemanusiaan membuatnya menerima sejumlah penghargaan: IFI (Islamic Fair of Indonesia) Award pada Desember 2011, untuk ketegori intelektual muda paling berpengaruh;  Ikon Politik Indonesia tahun 2011 dari majalah Gatra; Nabil (Nation Building) Award pada Oktober 2012  dari Yayasan Nabil, sebagai pengakuan atas perjuangan dan pemikiran dalam menegakkan Pancasila sebagai sumbangan bagi nation building; Megawati Soekarnoputri Award pada Desember 2012, sebagai penghargaan dalam memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan dan kemajemukan; dan Penghargaan Ilmu Sosial 2013 dari Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS).