Existere

November 19, 2015 2:39 pm
20%

Rp59,000 Rp47,200

Penulis : Sinta Yudisia
Penerbit : Lingkar Pena
ISBN : 9786028436977
Terbit : 27 Mei 2010
Ukuran :
Tebal : 384 Halaman
Sampul : Soft cover
Sinopsis :
Jika pernikahan suci tak pantas untuk perempuan sepertiku, apakah aku harus berselingkuh untuk mendapatkan lelaki yang kukasihi? Salahkan jika hati kupu-kupu malam sepertiku tertambat pada lelaki mulia, dan bukan pada lelaki bejat? Salahkah jika aku berharap mempunyai suami yang kelak dapat membimbingku menebus semua dosaku dan mendapatkan lagi kehidupan yang normal? Jika pernikahan suci tak pantas untuk perempuan sepertiku, apakah aku harus berselingkuh untuk mendapatkan lelaki yang kukasihi? Ochi tak mampu menahan kesadarannya tetap berada di jalur lurus. Ia benci mendengar Vanya tak bekerja lagi di Dolly, berkonsentrasi pada tumbuh kembang janinnya. Harusnya ia tetap kotor, tetap berkubang dalam lumpur. Harusnya ia tak perlu mensucikan diri. Biarkan ia menjadi pelacur selama-lamanya, tak perlu berpikir meninggalkan dunianya. Biarkan ia menggoda, melayani sebanyak-banyaknya lelaki atau mengganggu suami orang, asalkan bukan Yassir…. Existere adalah novel tentang para perempuan yang telanjur menjajakan diri terhadap ribuan lelaki. Milla sang pelacur profesional, Vanya penari telanjang yang akhirnya menjadi pemijat di spa terselubung. Pada lembah yang lain, Ochi yang cantik dan anggun dianugerahi hati yang cemerlang bagi manikam. Tetapi, mengapa pada rahim kotor Vanya yang disinggahi jutaan sperma lelaki bejat, janin bersemayam berkali-kali? “Penulis dengan blak-blakan, terbuka, serta lugas, menyeret saya dan siapa saja yang membaca novel ini untuk turut berkubang dalam carut-marut bisnis seks komersial. Apakah seseorang yang telanjur ‘kecemplung’ sudah pasti tenggelam? Bisakah tangan-tangan yang menggapai mendapatkan sekadar pegangan? Latar belakang pendidikannya membuat penulis mampu membuat analisa psikologis yang tak terduga. Hati dan jiwa para PSK dibedah langsung di pusat bisnis seks terbesar di Asia Tenggara; Dolly, Surabaya.”