Celoteh Buya Syafi`i Maarif – 232 Ujaran Bijak Sang Muazin Bangsa

September 20, 2018 3:15 pm
20%

Rp89,800 Rp71,840

Penulis : Ahmad Nurcholish
Penerbit : Elex Media
Terbit : 27 September 2018
Ketebalan : 268 halaman
Ukuran : 15 X 0 cm
Sampul : Soft cover

Sinopsis:

“Kesederhaan, kesahajaan, dan sikap untuk tidak mau bergantung pada orang lain serta kemerdekaan jiwa manusia sepuh ini menjadi satu bentuk keteladanan yang harus ditiru, setidaknya bagi kami anak-anak ideologisnya.” – Muhammad Abdullah Darraz, Direktur Eksekutif Maarif Institute (Tempo, 13 Agustus 2017).

“Buya adalah sosok orang tua yang sangat mengasihi, menyayangi, menyapa dan mendorong semangat anak-anak muda agar menjadi manusia yang progresif.“ – Ahmad Faud Fanani, Dosen UHAMKA Jakarta dalam buku Muhammadiyah dan Politik Islam-Inklusif, (Maarif Institue, 2005).

“Ahmad Syafii Maarif adalah seorang aktivis gerakan Islam, tetapi sekaligus juga seorang cendikiawan yang produktif menulis, disamping guru besar yang di berbagai perguruan tinggi agama dan umum, baik di dalam maupun luar negeri .“ – Prof. Dr. M. Dawan Rahardjo, Ekonom, pernah menjabat Presiden The International Institute of Islamic Thought, dalam buku Muhammadiyah dan Politik Islam-Inklusif, (Maarif Institue, 2005).

“Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif sebagaimana yang saya kenal adalah seorang yang menyejukkan dan mencerahkan sekaligus. Dia adalah seorang Muslim yang saleh, dan didorong oleh kesalehannya itulah dia selalu menyejukkan.” – Pdt. Dr. Andreas A. Yewangoe, Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia, Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Kita memang mengenal Buya Syafii sebagai seorang ulama, ilmuwan, dan pengajar. Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah ini dikenal sebagai sosok yang mempunyai komitmen kebangsaan yang tinggi serta menghargai pluralisme. Namun ia selama ini juga dikenal sebagai sosok yang kritis. Tengok saja kritik-kritik tajamnya terhadap kebijakan pemerintah, penegakan hukum maupun dinamika politik yang dinilai tak sejalan. Kritikan dan komentar Buya Syafii masih menggema sampai saat ini, di usianya yang sudah 80 tahun lebih. Dari konflik KPK-Polri sampai diundang Presiden Jokowi untuk memberi masukan tentang kebijakan pemerintah.