Belajar Shalat Lima Waktu & Shalat Sunnah Untuk Pemula Laki-laki

Juni 3, 2017 6:41 am
20%

Rp39,000 Rp31,200

Penulis : Malik al-Mughis & Mufiidun
Penerbit : As Sajdah
ISBN : 978-979-4434-12-3
Terbit :  2017
Ketebalan : 148 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Sampul : Soft cover

Sinopsis :

  1. Mudah dipelajari dan dilengkapi dengan tuntunan belajar shalat lima waktu yang sesuai dengan fikih Imam Syafi’i. Di mana fikih Imam Syafi’i tersebut sudah umum dikenal dan diterima oleh masyarakat Indonesia. Dan penerbit menyarikannya dari Kitab al-Umm karangan beliau.
  2. Untuk shalat lima waktunya, dijelaskan secara detail urut-urutannya dengan jelas.
  3. Selain belajar shalat lima waktu, juga buku ini dilengkapi dengan tata cara wudhu, tayamum, mandi wajib, shalat-shalat sunnah, tata cara berjamaah, shalat dalam keadaan sakit, di perjalanan atau datang terlambat. Juga dimuat hafalan doa dan dzikir setelah shalat. Dilengkapi dengan tuntunan bergambar, tidak hanya pada saat shalat, tetapi juga saat wudhu, tayamum, dan mandi wajib. Juga ada tuntunan pengaturan shaf dalam berjamaah dengan gambar. Hal ini jarang kita temukan di buku-buku lain.
  4. Buku ini dilengkapi Hafalan Doa Pilihan untuk Anak, Hafalan Hadist, dan Hafalan Surat Pendek dalam 3 bahasa (Arab-Indonesia-Inggris). Hal ini sangat dibutuhkan oleh para pelajar, terutama pelajar yang bersekolah di sekolah Islamic International School. Sekolah jenis ini banyak menjamur di seluruh Indonesia.
  5. Ada juga materi hafalan Rukun Iman, Rukun Islam, dan Asmaul Husna, yang dibutuhkan oleh pelajar.
  6. Kedua buku dibuat terpisah untuk yang Pemula Laki-laki dan Pemula Perempuan, karena ada perbedaan di antara keduanya, baik dalam hal bersuci, gerakan shalat, berjamaah, hingga hukum wajib-tidaknya beberapa shalat. Ada kebutuhan untuk menjelaskan masing-masing ke pembaca yang membutuhkan. Misalnya, tuntunan berjamaah antara dua orang laki-laki, berbeda dengan tuntunan shalat antara dua perempuan. Gerakan bersujud laki-laki juga berbeda dengan gerakan sujud perempuan. Cara menutup aurat antara laki-laki dan perempuan juga berbeda. Hal itu telah diatur dalam Islam sesuai dengan kekhasan masing-masing.
  7. Kedua buku dibuat terpisah juga dengan alasan agar penulis bisa menjelaskan porsi masing-masing dengan layak/kepatutan. Ada bab seperti haid dan nifas yang tidak perlu dijelaskan di pembaca laki-laki, yang nantinya kebanyakan pelajar di bawah umur. Juga ada gambar mandi wajib laki-laki yang kurang patut dilihat oleh pembaca perempuan. Demikian juga sebaliknya.
  8. Perbedaan selera juga menjadi dasar pertimbangan kami dalam membuat kedua judul buku tersebut. Para pembaca perempuan menyukai jenis font dan warna cover yang berbeda dengan para pembaca laki-laki. Dan selera inilah yang coba kami fasilitasi dengan membuat dua buku dengan style yang berbeda, seperti halnya saat ini muncul al Qur’an khusus wanita dll.
  9. Sengaja buku ini tidak menyertakan huruf Arab-nya, mengingat kebanyakan pembaca dari kedua buku ini adalah para pelajar dan para pemula. Mereka lebih membutuhkan transliterasi (huruf latin) untuk menghafalnya. Dengan demikian, ketiadaan huruf Arab bisa menghemat ruang. Juga kami selaku penerbit menghindari pemuatan ayat-ayat suci Al-Quran di buku yang nantinya mungkin akan dibawa anak-anak Sekolah Dasar ke mana pun mereka pergi untuk menghafal bacaannya. Dengan demikian, kami bisa menghindari perbuatan yang tidak pantas terhadap ayat-ayat suci Al-Quran.